Kamis, 30 September 2010

Udang Goreng Telur Saus Bolognaise

 

 
Bahan :
12 ekor udang ukuran sedang
1 siung bawang putih, parut
½ sdt merica bubuk
1 sdt garam
1 butir telur ayam
3 sdm tepung terigu
minyak goreng
Saus:
1 sdm margarin
50 g bawang bombay, cincang
1 siung bawang putih, cincang
5 sdm saus bolognaise siap pakai
½ sdt merica bubuk

Cara membuat:

* Kupas udang, sisakan ekornya. Belah punggung udang, bersihkan kotoran di punggungnya.
* Aduk udang dengan bawang putih, merica dan garam hingga rata.
* Celupkan dalam telur kocok lalu gulingkan dalam tepung terigu.
* Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga kering.
* Saus: Tumis bawang bombay dan bawang putih hingga layu.
* Masukkan saus bolognaise, merica dan sisa telur.
* Aduk hingga mendidih.
* Masukkan udang goreng, aduk rata.
* Angkat, sajikan.

Untuk 6 orang

( dev / Odi )
Selengkapnya...

Rabu, 29 September 2010

Juventus vs City


Pekan ini adalah pekan yang berat untuk Juventus, pada Jumat dini hari besok "30 September 2010" Juventus akan menghadapi Manchester City dalam lanjutan penyisihan grup Liga Europa.
Sebelumnya Juventus ditahan imbang Lech Poznan 3-3 di Olimpico Turin.
Terkait dengan pertandingan besok, sang kapten Alessandro Del Piero yakin mendapat persiapan yang besar setelah kemarin melibas Cagliari dengan skor 4-2.

"Memenangkan [pertandingan melawan Cagliari kemarin] menjadi sangat penting untuk memberikan sebuah sinyal kalau kami siap tampil lebih baik setelah sempat menyerah dari Palermo," kata Del Piero seperti dilansir dari laman resmi klub.

"Kami memiliki dua laga yang sulit pekan ini, keduanya akan dijalaninya secara tandang."

"Diawali Kamis melawan Manchester City lalu kami harus menyambangi San Siro di hari Minggu untuk menghadapi Inter. Saya siap untuk memikirkan bisa meraih kemenangan dari kedua laga ini."
Selengkapnya...

Bumi Makin Panas, Nyamuk Jadi Ganas

Kompas.com — Pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim tidak hanya berdampak pada bidang lingkungan dan pertanian, tapi juga secara tidak langsung berdampak pada kesehatan masyarakat. Meningkatnya suhu dan kelembaban akan memengaruhi peningkatan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.

Penyakit infeksi yang ditularkan oleh nyamuk dan kecenderungannya meningkat antara lain filariasis (kaki gajah), malaria, radang otak akibat west nile virus dan Japanese encephalitis, chikungunya, serta demam berdarah.

"Peningkatan suhu akan memengaruhi bionomik atau perilaku menggigit dari populasi nyamuk menjadi semakin beringas. Angka gigitan rata-rata nyamuk juga meningkat dan perkembangbiakan nyamuk semakin cepat," kata Prof dr Umar-Fahri Achmadi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia di sela acara program "Aku Anak Sehat 2010" yang diadakan Tupperware Indonesia di Cibubur, Bogor, Rabu (29/9/2010).

Intergovermental Panel on Climate Change tahun 1996 menyebutkan, insiden demam berdarah dengue di Indonesia dapat meningkat tiga kali lipat pada tahun 2070.

Intensitas curah hujan yang meningkat akibat meningkatnya temperatur udara juga berakibat pada makin banyaknya volume genangan air. Padahal, air merupakan tempat ideal berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebar virus dengue.

"Makin banyak tempat berkembang biak nyamuk, bertambah pula jumlah nyamuk. Akibatnya, risiko orang tergigit dan tertular penyakit juga semakin besar," kata Umar.

Untuk beradaptasi dengan beberapa dampak perubahan iklim tersebut, Umar mengatakan hanya ada dua pilihan, yakni melakukan pencegahan atau mengobati penyakit jika tertular.

"Kita bisa mengurangi jumlah populasi nyamuk dan memperkecil penularan penyakit dengan melakukan pembersihan tempat-tempat perindukan nyamuk," katanya.

Kebiasaan melakukan hidup sehat juga harus dilakukan, seperti kebiasaan mencuci tangan, membuang sampah pada tempatnya, serta mengonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Pada anak-anak, Umar juga menekankan pentingnya imunisasi. "Anak sekolah merupakan kelompok yang rentan terhadap dampak perubahan iklim," katanya.

Perubahan iklim membawa perubahan pada potensi penyakit menular. Karena itu, seharusnya perilaku hidup kita juga ikut berubah untuk mencegah infeksi penyakit.
(kompas.com)
Selengkapnya...

Senin, 27 September 2010

Menyentuh Luka Mengurangi Sakit


KOMPAS.com Ketika ada bagian tubuh yang terluka, kita secara spontan akan langsung menyentuhnya dan terkadang rasa sakit akan langsung berkurang, bahkan hilang. Tindakan spontan ini ternyata memang efektif untuk meredakan nyeri.

Ketika tangan kita menyentuh bagian tubuh yang terluka, otak kita akan mengubah gambaran pada tubuh sehingga rasa sakit berkurang. "Efek menyentuh luka sendiri mungkin agak ganjil. Namun, cara ini mungkin bisa menjadi cara baru dalam terapi luka," kata Marjolein PM Kammers, peneliti dari University College London.

Ia mengatakan, otak kita merupakan representasi tubuh atau cetak biru anggota tubuh dan fungsinya di dunia. "Secara sederhana, kita menggunakan bagian otak yang berbeda tergantung pada apa yang ingin kita lakukan pada tubuh dan bagian otak yang bekerja ini berganti terus setiap saat," katanya.

Para ahli telah mengaitkan antara sakit lengan yang semu dan sistem representasi tubuh. Kebanyakan orang yang sudah diamputasi tetap bisa merasakan sakit pada bagian tubuh yang sudah diamputasi atau disebut dengan istilah phantom limb pain.

Salah satu hipotesis menunjukkan, phantom limb pain setelah amputasi terjadi karena ketidaksesuaian antara cara tubuh saat merasakan (tanpa lengan) dan cara otak mempresentasikannya (masih merasa memiliki bagian lengan). "Namun, begitu tubuh memperbarui representasinya, phantom limb pain ini akan langsung berkurang," kata Kammers.

Oleh karena itu, tim peneliti yang dipimpin Kammers mencoba mengetahui apakah ketika tangan kita menyentuh bagian tubuh yang terluka bisa menipu sistem representasi di otak.

"Rasa sakit bukan cuma sinyal yang dikirm tubuh kepada otak. Ini dimodulasikan di otak tergantung pada bagaimana otak merepresentasikan apa yang baru dialami tubuh," katanya.

Menyentuh diri akan menghasilkan integrasi antara tubuh dan otak sehingga rasa sakit akan berkurang. "Kita bisa mengurangi rasa sakit secara kreatif dengan cara mengubah pemahaman otak mengenai apa yang benar," katanya.
(kompas.com)
Selengkapnya...

Dell Pamerkan Tablet Ber-"keyboard" di IDF 2010


SAN FRANCISCO, KOMPAS.com — Perusahaan komputer Dell memamerkan tablet PC yang memiliki desain unik dengan layar yang bisa diputar dan dilengkapi keyboard pada acara Intel Developer Forum 2010, Selasa (14/9/2010). Tablet 10 inci berbasis Windows itu segera mendapat sambutan hangat dari mereka yang hadir di acara IDF 2010.
Hal yang menarik dari tablet PC itu adalah—tidak seperti tablet PC pada umumnya—ia dilengkapi keyboard. Bagaimana sebuah tablet bisa memiliki keyboard? Ternyata tablet tersebut bisa dibuka dan layarnya bisa dibalik 180 derajat. Di hadapan layar, terletak keyboardlayaknya pada notebook.
Tablet yang diberi nama Inspiron ini dilengkapi prosesor Atom dual core dan sistem operasi Windows 7. "Ada waktunya kita harus bekerja. Tablet memang menarik untuk hiburan, tetapi bagi beberapa orang tidak terlalu menunjang produktivitas," ujar perwakilan Intel saat memeragakan produk tersebut. "Namun, yang ini beda," ujarnya seraya membuka tablet dan menunjukkan keyboard yang tersembunyi.
(Kompas.com)
Selengkapnya...

Sabtu, 25 September 2010

Introduction

Hello 
Good morning 
Introduce, my name Rudericus AndikaI am currently studying in the Institutes of Technology Telkom
On this blog I will provide any information about the world, better technology, sports, science, and cultureHopefully you can add insight
Thank youGood evening
Selengkapnya...