Senin, 27 September 2010
Menyentuh Luka Mengurangi Sakit
KOMPAS.com — Ketika ada bagian tubuh yang terluka, kita secara spontan akan langsung menyentuhnya dan terkadang rasa sakit akan langsung berkurang, bahkan hilang. Tindakan spontan ini ternyata memang efektif untuk meredakan nyeri.
Ketika tangan kita menyentuh bagian tubuh yang terluka, otak kita akan mengubah gambaran pada tubuh sehingga rasa sakit berkurang. "Efek menyentuh luka sendiri mungkin agak ganjil. Namun, cara ini mungkin bisa menjadi cara baru dalam terapi luka," kata Marjolein PM Kammers, peneliti dari University College London.
Ia mengatakan, otak kita merupakan representasi tubuh atau cetak biru anggota tubuh dan fungsinya di dunia. "Secara sederhana, kita menggunakan bagian otak yang berbeda tergantung pada apa yang ingin kita lakukan pada tubuh dan bagian otak yang bekerja ini berganti terus setiap saat," katanya.
Para ahli telah mengaitkan antara sakit lengan yang semu dan sistem representasi tubuh. Kebanyakan orang yang sudah diamputasi tetap bisa merasakan sakit pada bagian tubuh yang sudah diamputasi atau disebut dengan istilah phantom limb pain.
Salah satu hipotesis menunjukkan, phantom limb pain setelah amputasi terjadi karena ketidaksesuaian antara cara tubuh saat merasakan (tanpa lengan) dan cara otak mempresentasikannya (masih merasa memiliki bagian lengan). "Namun, begitu tubuh memperbarui representasinya, phantom limb pain ini akan langsung berkurang," kata Kammers.
Oleh karena itu, tim peneliti yang dipimpin Kammers mencoba mengetahui apakah ketika tangan kita menyentuh bagian tubuh yang terluka bisa menipu sistem representasi di otak.
"Rasa sakit bukan cuma sinyal yang dikirm tubuh kepada otak. Ini dimodulasikan di otak tergantung pada bagaimana otak merepresentasikan apa yang baru dialami tubuh," katanya.
Menyentuh diri akan menghasilkan integrasi antara tubuh dan otak sehingga rasa sakit akan berkurang. "Kita bisa mengurangi rasa sakit secara kreatif dengan cara mengubah pemahaman otak mengenai apa yang benar," katanya.
(kompas.com)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar